Jumat, 09 Januari 2009

Peneliti LIPI Temukan Flora Khas Danau Kelimutu




Dikirim oleh Yulia A. K. pada tanggal 02-07-2008



Begonia kelimutuensis
Para peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies flora baru yang hanya terdapat di Taman Nasional (TN) Kelimutu, Flores. Flora tersebut diberi nama Begonia kelimutuensis karena layak menjadi flora khas Danau Kelimutu da tidak ditemukan di daerah lain di seluruh dunia.

Kepala Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu, Ir. Gatot Soebiantoro, M.Sc, mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, di ruang kerjanya, Jumat (20/6/2008) saat dikonfirmasi tentang hasil penelitian yang dilakukan LIPI terhadap keberadaan flora dan fauna di TN Kelimutu tahun lalu.

Gatot mengatakan, saat ini ada 78 spesies flora berhasil diidentifikasi di TN Kelimutu. Dua spesies merupakan endemik Taman Nasional Kelimutu, 5 spesies endemic Flores, dan sisanya merupakan tanaman eksotik. Dua spesies yang diidentifikasi endemik asli Kelimutu, yaitu Begonia kelimutuensis yang sudah dikenal masyarakat lokal sebagai tumbuhan Uta Onga dan Rhododendron reschinum, atau dalam bahasa daerah setempat dikenal dengan nama Turuwara.

Sedangkan untuk fauna, saat ini terdata 49 spesies yang telah diidentifikasi di Kelimutu. Beberapa di antaranya merupakan endemik Flores dan diharapkan kedepan penelitian tetap dilakukan untuk mengekspolirasi keanekaragaman hayati di TN Kelimutu.

Dikatakannya, kegiatan penelitian studi komunitas flora dan fauna di TN Kelimutu tahun 2007 lalu adalah upaya untuk mengemukan keanekaragaman flora dan fauna dan ekosistem yang ada dalam kawasan TN Kelimutu. Kegiatan ini merupakan hasil kerja intens antara TN Kelimutu dengan Pusat Penelitian Biologi-LIPI-Bogor yang mana mereka menurunka tim terdiri dari Ir. Albert Husein Wawo, MSi, Dr. Hary Wiriadinata, Ir. Sudayanti, Achmad Saim, BSc dan Wardi. Dijelaskannya, studi tahun 2007 lalu merupakan studi awal dari rangkaian studi komunitas flora dan fauna di TN Kelimutu yang direncanakan 3 tahap,
dan diperkirakan akan berakhir tahun 2009.

"Ini merupakan satu kebanggaan bagi kita semua karena selama ini Kelimutu terkenal hanya keunikan danau tiga warna. Namun dengan ditemukan flora baru tersebut setidaknya menambah khasanah dan keindahan Kelimutu, dan dengan begitu pengunjung yang hendak ke Kelimutu tidak hanya sekedar melihat Danau Kelimutu namun bisa menikmati keindahan lainya baik flora maupun fauna yang ada di taman nasional ini," kata Gatot.

Sumber : Kompas (20 Juni 2008)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar